Metode Konstruksi Bangunan Gedung

Konstruksi bangunan gedung - Bangunan adalah suatu lingkungan buatan atau lingkungan binaan yang di buat oleh manusia untuk memenuhi bermacam kepentingan hidup dalam sehari-harinya seperti sebagai tempat istirahat, berkumpul barengan keluarga, tempat rekreasi, dan sebagai tempat mencari nafkah. Berkaitan dengan bangunan sebagai lingkungan buatan jadi untuk mempercepat system pembuatan suatu bangunan dibutuhkan langkah atau metoda yang disebut dengan metoda konstruksi. Metoda konstruksi yakni satu rangkaian kesibukan sistem konstruksi yang mengikuti prosedur serta sudah di desain sesuai pengetahuan atau standard yang telah diuji cobakan. Langkah atau metoda itu tidak terlepas dari pemakaian teknologi sebagai pendukung dan mempercepat system pembuatan suatu bangunan, agar kesibukan pembangunan dapat berjalan sebagai mana harusnya sesuai yang dikehendaki dan lebih ekonomis dalam pembiayaan penggunan bahan, umumnya bahan bangunan yang umum dipakai pada susunan bangunan gedung yakni beton dan baja, perubahan teknologi pada sistem pembuatan baja dan beton memiliki resiko pada menambahkan kekuatan ke-2 bahan ini yaitu beton dan baja seperti pembuatan kabel baja berkwalitas tinggi yang setelah itu digunakan dalam menambahkan teknologi beton pratekan yang lebih ekonomis. Metoda konstruksi dalam bangunan gedung dibagi jadi dua yakni :

Pertama metoda atau langkah bottom-up metoda ini kerap sekali digunakan pada bangunan gedung berlantai banyak yakni metoda konstruksi pekerjaan proyek konstruksi yang dimulai dari pondasi, lantai dasar dan lantai setelah itu, umpamanya pekerjaan pondasi sampai keatas yaitu pekerjaan lantai sampai pekerjaan atap. Urutan sistem pembangunan dengan metoda bottom-up ini yaitu : step 1 pekerjaan persiapan pengaturan arus transportasi, step 2 penggalian tanah, step 3 yakni pembuatan pondasi, step 4 yaitu pembuatan dinding penahan tanah. Step 5 pembuatan kolom diteruskan pembuatan lantai dan balok lantai diatas kolom itu lewat cara berulang hingga lantai keatas sampai dengan atap 2.

Yang ke-2 metoda top-down umumnya metoda ini digunakan pada proyek konstruksi yang mempunyai uang  yang terbatas atau lebih dan ada bangunan gedung yang sudah ada dilokasi pembangunan dalam soal ini rentannya galian lantai dasar bahaya dengn adanya longsor bila ditangani dengan metoda bottom-up.