Konstruksi Bangunan Gedung Bertingkat

Konstruksi bangunan gedung bertingkat - Mulai sejak jaman sebelum perang dunia, perubahan era yang telah mengutamakan bangunan sebagai rumah. Diawali dengan bangunan-bangunan berbentuk keagamaan serta unsur politis sebagai lambang kekuasaan yang di buat dengan konstruksi yang tinggi serta lebih dari 1 lantai seperti masjid, gereja, kuli-kuil , balai kota dan sebagainya. Pada jaman sekarang ini masuk jaman globalisasi yang memodernkan masing-masing pembangunan serta bentuk-bentuk gedung bertingkat. Pembangunan gedung bertingkat sekarang ini diutamakan tidak pada manfaatnya saja tetapi pada keindahaan bentuk gedung serta kwalitas kemampuan gedung itu. Dibangunnya gedung bertingkat dengan keindahaan serta kwalitas kekuatannya digunakan untuk beragam keperluan beberapa waktu ini seperti perkantoran, usaha, pemerintahan, sarana umum seperti mall, stasiun, bandara dan lain-lain. Dengan gedung bertingkat, kondisi ruangannya berisi orang banyak tidak butuh mempunyai tempat ynag luas, cukup hanya menaikkan lantai diatas lantai satu dan sebagainya.

Proses suatu pekerjaan memastikan hasil gedung yang direncanakan oleh pihak perencana. Sebelum kita mengulas beberapa step pelaksanaan pembangunan gedung bertingkat, kita lebih dahulu mengetahui pihak-pihak yang aktif dalam proses proyek itu. Salah satunya yakni : konsultan proyek, koordinator serta beberapa pelaksana, pihak yang memiliki (owner) bila dibutuhkan, pihak perencana/arsitek bila dibutuhkan. Pada langkah proses, semua proses pekerjaan di lapangan mengikuti gagasan yang sudah di buat oleh perencana. Dari beberapa gagasan itu diantaranya gambar gedung serta detailnya, material serta dokumen-dokumen utama lainya. Step tersebut sesudah dokumen-dokumen pendukung pelaksaan proyek telah ada, proyek dapat berjalan.

Sebelum mengawali proyek gedung, pastikan beberapa hal pendukung pekerjaan sudah memenuhi kebetuhan proyek seperti perlengkapan kerja, material, sarana pendukung, serta tenaga kerja. Perlengkapan-peralatan proyek digolongkan menjadi 2, yakni perlengkapan berat serta perlengkapan ringan. Material, mengingat gagasan pekerjaan proyek gedung yang dibatasi oleh waktu, jadi diupayakan penentuan atau peletakan material yang pas serta seefisien mungkin hingga bisa mempercepat serta memudahkan pekerjaan. Penentuan material yang baik akan menghasilkan bangunan gedung yang kokoh. Pekerja, dalam suatu proyek bangunan, komponen-komponen dari unsur paling utama yakni pekerja atau tenaga pakar. Pekerja diperlukan untuk melakukan semua gagasan yang telah di buat oleh perencana serta melakukannya sesuai prosedur. Didalam proyek kecil ataupun besar, ketrampilan serta keselamatan pekerja sangat penting untuk mengurangi kendala proses serta mengurangi kerugian materil ataupun nyawa.